logo badil

 

 

 

 

 

Pembinaan Dirjen Badilum dan Direktur Binganis di PN Sekayu

Pada tanggal 22 Mei 2018, Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum dan Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan melakukan pembinaan di PN Sekayu, Sumatra Selatan. Acara ini dihadiri oleh KPT dan WKP Palembang, Hakim Tinggi PT Palembang, Panitera PT Palembang dan KPN se-Sumatera Selatan. 

PD Sekayu1.JPG

 PD Sekayu2.JPG

  PD Sekayu3.JPG

 PD Sekayu4.JPG

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Peresmian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pengadilan Negeri se-Sumatera Selatan

Pada hari Selasa, tanggal 22 Mei 2018, Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum meresmikan  Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pengadilan Negeri se-Sumatera Selatan di Pengadilan Sekayu. Peresmian diawali dengan tari penyambutan khas dari Kabupaten Musi Banyuasin yang di khususkan menyambut tamu kehormatan yang dikemas apik dalam tarian Stabek. Kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan laporan Ketua Pengadilan Negeri Sekayu Kelas II, setelah itu sambutan oleh Sekda Kabupaten Musi Banyuasin mewakili Bupati, sambutan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Palembang dan Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum sekaligus pemukulan gong tanda peresmian PTSP Pengadilan Negeri se-Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Palembang, Sumatera Selatan.

Selanjutnya penyerahan piagam PTSP oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum kepada Ketua Pengadilan Negeri se-Sumatera Selatan dan dilanjutkan dengan teleconverence dengan PTSP Pengadilan Negeri se-Sumatera Selatan yang dipandu Hakim Tinggi, Dr. Herdi Agusten, SH., MHum. Setelah itu dilakukan peninjauan PTSP PN Sekayu.    

Sekayu1.JPG

 Sekayu2.JPG

 Sekayu3.JPG

 Sekayu4.JPG

 Sekayu5.JPG

 Sekayu6.JPG

 Sekayu7.JPG

 Sekayu8.JPG

 Sekayu9.JPG

 Sekayu10.JPG

  Sekayu11.JPG

 Sekayu12.JPG

Sekayu13.JPG

Sekayu14.JPG

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Upacara Bendera Memperingati Hari Kebangkitan Nasional Ke-110 Tahun 2018

Gedung Mahkamah Agung.jpg

Pada hari Senin tanggal 21 Mei 2018 pukul 08.30 WIB, Mahkamah Agung RI melaksanakan Upacara Bendera Memperingati Hari Kebangkitan Nasional Ke-110 Tahun 2018. Bertindak selaku Pembina Upacara adalah Sekretaris Mahkamah Agung RI yang dalam kesempatan ini membacakan Sambutan Menteri Komunikasi Dan Informatika RI sebagai berikut:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Selamat pagi dan salam sejahtera,

Om Swastiastu,

Namo Buddhaya,

Salam kebajikan,

Saudari-saudara peserta upacara yang saya hormati,

Ketika rakyat berinisiatif untuk berjuang demi meraih kemerdekaan dengan membentuk berbagai perkumpulan, lebih dari seabad lalu, kita nyaris tak punya apa-apa. Kita hanya memiliki semangat dalam jiwa dan kesiapan mempertaruhkan nyawa. Namun sejarah kemudian membuktikan bahwa semangat dan komitmen itu saja telah cukup, asalkan kita bersatu dalam cita-cita yang sama: kemerdekaan bangsa.

Bersatu, adalah kata kunci ketika kita ingin menggapai cita-cita yang sangat mulia namun pada saat yang sama tantangan yang mahakuat menghadang di depan. Boedi Oetomo memberi contoh bagaimana dengan berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal-muasal primordial akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme yang menjadi bahan bakar utama kemerdekaan.

Boedi Oetomo menjadi salah satu penanda utama bahwa bangsa Indonesia untuk pertama kali menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan. Presiden Pertama dan Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Soekarno, pada peringatan Hari  Kebangkitan Nasional tahun 1952 mengatakan bahwa: "Pada hari itu kita mulai memasuki satu cara baru untuk melaksanakan satu 'idee', satu naluri pokok daripada bangsa Indonesia. Naluri pokok ingin merdeka, naluri pokok ingin hidup berharkat sebagai manusia dan sebagai bangsa. Cara baru itu ialah cara mengejar sesuatu maksud dengan alat organisasi politik, cara berjuang dengan perserikatan dan perhimpunan politik, cara berjuang dengan tenaga persatuan.”

Para pendahulu yang berkumpul dalam organisasi-organisasi seperti Boedi Oetamo itu memberikan yang terbaik bagi terbentuknya bangsa melalui organisasi. Bukan pertama-tama dengan memberikan harta atau senjata, melainkan dengan komitmen sepenuh jiwa raga. Dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana saat itu, mereka terus menghidup-hidupi api nasionalisme dalam diri masing-masing.

Seratus sepuluh tahun kemudian bangsa ini telah tumbuh menjadi bangsa yang besar dan maju, sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Meski belum sepenuhnya sempurna, rakyatnya telah menikmati hasil perjuangan para pahlawannya berupa meningkatnya perekonomian, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Keringat dan darah pendahulu bangsa telah menjelma menjadi hamparan permadani perikehidupan yang nyaman dalam rengkuhan kelambu kemerdekaan.

Kalau sekarang bangsa ini punya hampir segala yang dibutuhkan, seharusnya kita  terinspirasi bahwa dengan kondisi embrio bangsa seabad lalu yang berada dalam rundungan kepapaan pun, kita telah mampu menghasilkan energi yang dahsyat untuk membawa kepada kejayaan. Apalagi kini, ketika kita jauh lebih siap, tak berkekurangan dalam sumber daya alam dan sumber daya manusia.

Saudari-saudara sebangsa dan setanah-air,

Butir kelima dari Nawacita Kabinet Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berisi visi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan. Pada awal tahun ini, visi tersebut mendapat penekanan lebih melalui amanat

Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa pemerintah akan meningkatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) pada tahun 2019, melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus pada tahun-tahun sebelumnya. Melalui pembangunan manusia yang terampil dan terdidik, pemerintah ingin meningkatkan daya saing ekonomi dan secara simultan meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya.

Bayangkan jika kita sepenuhnya berhasil membangun sumber daya manusia unggul dari seluruh dari 260-an juta lebih penduduk negeri ini. Bercermin dari keberhasilan Boedi Oetomo menggalang ide nasionalisme mulai dengan segelintir orang seabad lalu, maka apa jadinya jika seluruh sumber daya manusia unggul kita saat ini berhimpun dalam ide nasionalisme yang sama, dalam cita-cita untuk kejayaan bangsa yang sama?

Kekayaan alam merupakan sumber daya yang terbatas. Butuh segudang prasyarat untuk bisa dieksploitasi, dan selalu ada limit untuk menggenjot pemanfaatannya. Sedangkan sumber daya manusia kita menyediakan kapasitas dan kapabilitas yang sangat luas untuk dikembangkan. Kebangkitan sumber daya manusia Indonesia secara bersama-sama dan kompak, tanpa terdistraksi oleh godaan-godaan yang kontraproduktif, akan membawa kepada kejayaan bangsa, selain secara otomatis bagi individu-individunya sendiri.

Oleh sebab itu tema “PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA MEMPERKUAT PONDASI KEBANGKITAN NASIONAL INDONESIA DALAM ERA DIGITAL” dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2018, ini harus dimaknai dengan upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia, untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik oleh

pemerintah, badan usaha, maupun masyarakat sendiri. Pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga harus diletakkan dalam konteks pemerataan dalam pengertian kewilayahan, agar bangsa ini bangkit secara bersama-sama dalam kerangka kebangsaan Indonesia.

Saudari-saudara sebangsa dan setanah-air,

Bung Karno juga menggambarkan persatuan bangsa seperti layaknya sapu lidi. Jika tidak diikat, maka lidi tersebut akan tercerai berai, tidak berguna dan mudah dipatahkan. Tetapi jikalau lidi-lidi itu digabungkan, diikat menjadi sapu, mana ada manusia bisa mematahkan sapu lidi yang sudah terikat?

Gambaran tersebut aktual sekali pada masa sekarang ini. Kita merasakan bahwa ada kekuatan-kekuatan yang berusaha merenggangkan ikatan sapu lidi kita. Kita disuguhi hasutan-hasutan yang membuat kita bertikai dan tanpa sadar mengiris ikatan yang sudah puluhan tahun menyatukan segala perbedaan tersebut.Padahal inilah masa yang sangat menentukan bagi kita. Inilah era yang menuntut kita untuk tidak buang-buang waktu demi mengejar ketertinggalan dengan bangsa-bangsa lain. Momentum sekarang ini menuntut kita untuk tidak buang-buang energi untuk bertikai dan lebih fokus pada pendidikan dan pengembangan manusia Indonesia.

Menurut perhitungan para ahli, sekitar dua tahun lagi kita akan memasuki sebuah era keemasan dalam konsep kependudukan, yaitu bonus demografi. Bonus demografi menyuguhkan potensi keuntungan bagi bangsa karena proporsi penduduk usia produktif lebih tinggi dibanding penduduk usia non-

produktif. Menurut perkiraan Badan Pusat Statistik, rentang masa ini akan berpuncak nanti pada tahun 2028 sampai 2031, yang berarti tinggal 10-

13 tahun lagi. Pada saat itu nanti, angka ketergantungan penduduk diperkirakan mencapai titik terendah, yaitu 46,9 persen.

Proyeksi keuntungan bonus demografi itu akan tinggal menjadi proyeksi jika kita tak dapat memaksimalkannya. Usia produktif hanya akan tinggal menjadi catatan tentang usia daripada catatan tentang produktivitas, jika mutu sumber daya manusia produktif pada tahun-tahun puncak bonus demografi tersebut tidak dapat mengungkit mesin pertumbuhan ekonomi.

Oleh sebab itu Bapak Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan selalu mendorong dunia pendidikan, bekerja sama dengan industri dan bisnis, untuk mencari terobosan-terobosan baru dalam pendidikan vokasi. Jurusan-jurusan baru, baik di tingkat pendidikan tinggi maupun juga di tingkat menengah, yang berkaitan dengan keahlian dan ilmu terapan, harus selalu diciptakan untuk memasok industri akan tenaga terampil yang siap kerja.

Saudari-saudara sebangsa dan setanah-air,

“Generasi bonus demografi” yang kebetulan juga beririsan dengan “generasi millenial” kita tersebut, pada saat yang sama, juga terpapar oleh massifnya perkembangan teknologi, terutama teknologi digital. Digitalisasi di berbagai bidang ini juga membuka jendela peluang dan ancaman yang sama. Ia akan menjadi ancaman jika hanya pasif menjadi pengguna dan pasar, namun akan menjadi berkah jika kita mampu menaklukkannya menjadi pemain yang menentukan lansekap ekonomi berbasis digital dunia.

Alhamdulillah, kita mencatat bahwa tak sedikit anak muda kreatif yang mampu menaklukkan gelombang digitalisasi dengan cara mencari berkah di dalamnya. Internet, media sosial, situs web, layanan multimedia aplikasi ponsel, mereka jadikan ladang baru buat berkarya, dan pasar yang menjanjikan bagi kreativitas. Banyak kreator konten dan pengembang aplikasi Indonesia yang mendunia, mendapatkan apresiasi baik material maupun non-material.

Oleh sebab itu, mari bersama-sama kita jauhkan dunia digital dari anasir-anasir pemecah-belah dan konten-konten negatif, agar anak-anak kita bebas berkreasi, bersilaturahmi, berekspresi, dan mendapatkan manfaat darinya. Tidak ada satu pihak yang tanggung jawabnya lebih besar daripada yang lain untuk hal ini. Pepatah Aceh mengatakan: Pikulan satu dipikul berdua, rapat-rapat seperti biji timun suri. Artinya kira-kira: Kita harus menjaga persatuan dalam memecahkan masalah, harus berbagi beban yang sama, merapatkan barisan, jangan sampai terpecah-belah. Demikian juga,

dalam konteks menghadapi digitalisasi ini, kita semua harus dalam irama yang serempak dalam memecahkan masalah dan menghadapi para pencari masalah.

Saudari-saudara sebangsa dan setanah-air,

Dulu kita bisa, dengan keterbatasan akses pengetahuan dan informasi, dengan keterbatasan teknologi untuk berkomunikasi, berhimpun dan menyatukan pikiran untuk memperjuangkan kedaulatan bangsa. Seharusnya sekarang kita juga bisa, sepikul berdua, menjaga dunia yang serbadigital ini, agar menjadi wadah yang kondusif bagi perkembangan budi pekerti, yang seimbang dengan pengetahuan dan keterampilan generasi penerus kita.

Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-110. Mari maknai peringatan tahun ini di lingkungan kita masing-masing, sesuai lingkup tugas kita masing-

masing, untuk semaksimal mungkin memfasilitasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama generasi muda, yang akan membawa kepada kejayaan bangsa di tahun-tahun mendatang.

Terima kasih. Bangkit Indonesia!

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

.

Om shanti shanti shanti Om.

Peresmian PTSP Pengadilan Tinggi Bali dan Pengadilan Negeri se- Bali

Denpasar, 14 Mei 2018 dilaksanakan acara Peresmian PTSP Pengadilan Tinggi Bali dan Pengadilan Negeri se- Bali dan penyerahan Hibah dari Pemerintah Kabupaten Tabanan kepada Pengadilan Negeri Tababan.

PTSP Pengadilan Tinggi Bali dan Pengadilan Negeri se- Bali diresmikan oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Bapak Dr. H. HERRI SWANTORO, S.H., M.H. Peresmian PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) ditandai dengan pemukulan Gong dan Pemotongan Pita. Dalam acara ini juga dilaksanakan penyerahan Hibah dari Pemerintah Kabupaten Tabanan kepada Pengadilan Negeri Tabanan yang disaksikan oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum, Ketua Pengadilan Tinggi Bali, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Bali.

3675e81e-9bf0-4e6f-b8f4-b6cf0c9134d1.jpg653936a8-822f-4222-8776-e552ad285e3a.jpg

462a1f77-1efe-43cc-acbf-02e0d179a34d (1).jpg

d5da2fd2-69e1-4571-af46-4c8c057b6fc9.jpg

98c492d0-3b37-4c2d-90b1-aafc7fe3eb0d.jpg

74afa38e-d41e-4df2-ba49-001436429beb.jpg

8ca8abbf-a58f-4f74-a0a2-e0d0ba5322df.jpg

ed1a9351-dff4-4346-879a-7a4c8bf93e29.jpg

Peresmian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Se-Jateng oleh Bp. Dirjen Badan Peradilan Umum

[Klaten,11/05/2018] Jam 8:00 WIB Bapak Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Bp. DR. Herri Swantoro, SH.,MH hadir di Pengadilan Negeri Klaten Kelas IA. Sebelumnya rombongan dari Pengadilan Tinggi Jawa Tengah dan seluruh Ketua Pengadilan Negeri, Panitera, dan Sekretaris Se-Wilayah Jawa Tengah telah lebih dahulu hadir. Untuk Peresmian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Se-Wilayah Jawa Tengah Pengadilan Negeri Klaten telah dengan totalitas luar biasa mempersiapkan segala sesuatunya. Juga dibagikan kepada Tamu Undangan khususnya Ketua Pengadilan Negeri Se-Wilayah Jawa Tengah Buku Profil Pengadilan Negeri Klaten Kelas IA yang dapat juga di download e-booknya di http://pn-klaten.go.id/bukuprofilpnklaten.pdf atau melalui scan QR Code yang tercantum di Belakang Cover Buku Profil Pengadilan Negeri Klaten Kelas IA.

             Acara Peresmian dimulai jam 08:15 WIB setelah Bapak Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum hadir dalam ruang peresmian maka rangkaian acarapun dimulai. Acara Peresmian dimulai dengan sambutan kearifan lokal Tari Gambyong sebagai tanda dimulainya acara. Acara selanjutnya adalah Pembukaan, menyanyikan Lagu Kebangsaan "Indonesia Raya" dan disambung dengan Doa yang dibawakan dari Pengadilan Agama Klaten. Laporan Ketua Pengadilan Negeri Klaten Kelas IA Bp. Albertus Usada, SH.,MH mengawali rangkaian keresmian pagi ini. Dalam Laporan Ketua Pengadilan Negeri Klaten ini dilaporkan bahwa Peresmian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) ini terdiri dari 36 Satuan Kerja yaitu 1 Pengadilan Tinggi Jawa Tengah dan 35 Pengadilan Negeri Se-Wilayah Hukum Jawa Tengah. Tidak lupa beliau mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya atas kehadiran Bapak Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum, Bapak Ketua  Pengadilan Tinggi Jawa Tengah, dan seluruh tamu undangan yang hadir pada cara pagi hari ini. Permohonan maaf juga disampaikan beliau bahwa Pengadilan Negeri Klaten hanya mencetak 100 exemplar dan dibagikan kepada tamu undangan khususnya 1 (satu) exemplar untuk 1 (satu) Pengadilan Negeri. Dikatakan bahwa Buku dapat didownload di website resmi Pengadilan Negeri Klaten atau scan QR Code. Dalam laporan beliau juga dilaporkan sekiranya peresmian dilaksanakan tanggal 9 Mei 2018 setelah acara Sosialisasi Perma 3 Tahunu 2018 tentang Administrasi Perkara Pengadilan secara elektronik, namun karena suatu hal Bapak Dirjen Badilum harus memenuhi tugas dari Ketua Mahkamah Agung sehingga beliau tidak dapat hadir pada tanggal 9 Mei 2018, namun demikian beliau Bapak Dirjen Badilum tetap berkenan hadir pada Hari Jumat, 11 Mei 2018 untuk meresmikan acara Peresmian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Se-Wilayah Hukum Jawa Tengah.

               Berikutnya adalah sambutan dari Bupati Klaten yang dalam hal ini diwakil Sekretaris Daerah Kabupaten Klaten Drs. Jaka Sawaldi menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas diresmikannya pelayanan PTSP se-wilayah Jawa Tengah. Karena dengan adanya Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Pengadilan Negeri Klaten telah dirasakan dampak baiknya bahwa dalam sample yang disampaikan para masyarakat yang meminta layanan surat tidak pernah dipidana dalam jumlah ratusan dapat dilayani Pengadilan Negeri Klaten dengan cepat dan pada hari yang sama serta mudah. Hal ini diapresiasi oleh beliau Bupati Klaten sehingga persyaratan adminitrasi dapat berjalan lancar. Acara dilanjutkan dengan Sambutan Bapak Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Tengah Bp. DR. Nommy HT. Siahaan, SH.,MH beliau menyampaikan banyak hal khususnya disampaikan kepada seluruh Ketua Pengadilan Negeri se-wilayah Jawa Tengah agar sebagai penanggung jawab PTSP benar-benar mengawasi agar pelayanan terhadap masyarakat dapat terwujud dan berjalan dengan baik, karena kalau dalam pelayanan terhadap masyarakat itu tidak baik maka dapat mencoreng wajang pengadilan sebagai pelayan masyarakat. Beliau menyampaikan bagaimana PTSP ini sebenarnya telah berjalan pada 21 Pengadilan Negeri di wilayah Jawa Tengah sebelum adanya SK Dirjen No. 77/DJU/SK/HM02.3/2/2018 tentang Pedoman Standar Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

               Rangkaian acarapun sampai dengan Sambutan sekaligus dilanjutkan Kata Peresmian dari Bapak Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Bp. DR. Herri Swantoro, SH.,MH. Dimulai dari ramah tamah dan ucapan terima kasih dari Bapak Dirjen Badilum kepada para tamu undangan yang telah hadir pada acara pagi hari ini. Dalam sambutan beliau disampaikan bagaimana Beliau terkesan ketika kunjungan ke Pengadilan Negeri Klaten bahwasanya Pengadilan Negeri Klaten telah mampu menerjemahkan apayang menjadi kemauan publik, apa yang menjadi political pemerintah serta visi dari Beliau. Dan ternyata inilah yang menjadi salah satu alasan beliau mau meluangkan waktu hadir di acara Peresmian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Klaten, karena embrio PTSP itu ada di Pengadilan Negeri Klaten Kelas IA. PTSP memang menjadi langkah strategis dengan diberlakukannya UU Keterbukaan Informasi maka pelayanan menjadi hak yang harus didapat khususnya para pencari keadilan. Terkait Perma Nomor 3 Tahun 2018 beliau menyampaikan di Jawa Tengah ini hanya tinggal 4 Pengadilan dari 35 Pengadilan yang siap untuk melaksanakan e-Court berdasarkan penilaian dan pantauan kepatuhan, kelengkapan data yang disajikan oleh MIS (Monitorin Implementasi SIPP) pengadilan negeri se Jawa Tengah sudah mencapai nilai diatas 600, hanya tinggal 4 pengadilan dan nilainyapun sudah diatas 500 lebih sehingga hanya sedikit lagi maka seluruh Pengadilan Negeri di Jawa Tengah mampu untuk melaksanakan Perma Nomor 3 Tahun 2018. Dengan Perma Nomor 3 Tahun 2018 beliau menyampaikan bahwa hal-hal ribet seperti di dalam Register manual dapat digantikan dengan elektronik, artinya register manual yang harus ditulis dengan tangan dapat digantikan dengan mencetak atau print dari register elektronik. Beliau memohon kepada seluruh Ketua Pengadilan Negeri yang hadir agar memiliki komitment yang kuat dan tanggung jawab yang keras. Agar diperhatikan dalam pelayanan publik dan mengedepankan IT seperti pelayanan sidang tepat waktu. Beliau mencontohkan seperti di Pengadilan Negeri Klaten yang telah memiliki aplikasi persidangan, bagaimana pihak melapor sebelum sidang dan dapat update informasi persidangan dari smartphone android, dan akhirnya beliau menyampaikan penutupan sekaligus meresmikan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Jawa Tengah dan ditandai dengan pemukulan Gong dan pembukaan selubung peresmian.

                Berikutnya rangkaian acara dilanjutkan dengan Uji Petik Bapak Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum kepada petugas PTSP di Pengadilan Negeri Klaten, mulai dari Meja Informasi Bagian Perdata, Hukum, Umum dan Meja Informasi Pidana. Tidak berlangsung lama kurang lebih 20 menit setelah uji petik dilanjutkan ramah tamah dan santap siap dan dilanjutkan dengan pamitan Bapak Dirjen Badilum, maka selesailah rangkaian acara Peresmian PTSP Pengadilan Negeri se-Wilayah Jawa Tengah pada jam 11:00 WIB sesuai dengan Rundown yang telah disusun.

 

SUMBER